Salah satu hikmah yang saya syukuri karena penempatan di Balikpapan (tahun 2007) adalah bisa mengenal lebih jauh sepak bola indonesia. Selama hidup 21 tahun baru di Balikpapan lah pertama kali saya nonton live Liga Indonesia. Balikpapan Kota yang aman. Faktor keamanan menjadi alasan saya tidak pernah nonton pertandingan bola sebelumnya, baik di Malang, Surabaya maupun Jakarta. Di kota Balikpapan inilah saya jatuh hati dengan bola. Tim kesayangan Persiba Balikpapan. Pemain idola Tolauhu Abd. Musyafry. Temen noton paling sexy Julia Perez, hanya saja Jupe nonton di tribun VIP sedangkan saya di tribun terbuka. Saat itu Jupe memang rajin nonton pertandingan Persiba di Balikpapan karena TTM-nya, Gaston Castano, masih jadi salah satu trisula maut Persiba bersama Trinidad dan Musyafry.
Akhir musim 2008/2009 saya sempat patah hati karena T.A. Musyafry hengkang ke Persija Jakarta. Akan tetapi tanpa disangka sebelumnya, Persiba Balikpapan dengan mengejutkan berhasil menempati posisi kedua klasemen sementara ISL saat ini setelah menaklukkan pemuncak klasemen Arema Malang di Kanjuruhan. Dengan materi pemain muda pilihan danpembelian efektif Julio Lopez dari PSM Makassar dan Robertino Pugliara dari Persija Jakarta, Persiba Balikpapan berhasil dengan misinya Mencetak Generasi Bintang. Dapatkah Persiba Balikpapan bersaing di papan atas hingga akhir kompetisi?
Hidup… Persiba! Majulah Sepakbola Indonesia!




