733 vs 785

•May 25, 2009 • Leave a Comment

n1277432602_410211_1836700

gama & gadis’s wedding
Penyelenggara: gama & gadis
Jenis: Lain-lain – Upacara
Jaringan: Global
Tanggal: 03 Mei 2009
Waktu: 11:00 – 14:00
Tempat: Gedung Pusat Diklat Kehutanan(SKMA)
Jl. Gunung Batu 141 Bogor
Nama Jalan: Jl. Gunung Batu 141
Telepon: 0819xxxxx733
Email:
Keterangan:
Merupakan kebahagiaan bagi kami apabila bapak/ibu/saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada kami :)

Berawal dari surat undangan yg di luncurkan melalui jejaring sosial a.k.a facebook,,
STAPALA punya acara besar bulan mei ini,,yaitu menghadiri acara pernikahan salah dua anggota STAPALA. Kenapa salah dua? Karena kedua mempelai adalah anggota STAPALA,,yaitu Gama Pamungkas 733/SPA/2003 dan Gadis Fithri Afiana 785/SPA/2004.
Menurut fatwa dari pejabat FOKSTA,,acara ini sekaligus dijadikan ajang silahturahmi menjelang 30 tahun STAPALA dan pastinya rugi dunk kalo kita2 yg masih di kampus nggak dateng.
Yg konfirm mau dateng sangadh banyak,,dari angkatan koes plus sampek angkatan gini hari (klo kata bang Jabrix),,hehe
Nah,,yg unik dr acara ini apaan siy??
Selain karena ini acara pernikahan nya Gama&Gadis,,para pagar bagus dan pagar ayu nya itu lho,,anak2 STAPALA juga..
Hmm,,sapa adja mereka?
Pagar Ayu-nya ada Dani775,Syanni800 dan Nina805 sedangkan Pagar Bagus-nya ada Marwan758, Delon762, Reza764, Shebang778, Marbun783, Ageng784, Kadal789, Nara796 dan Gatot797.
Hehe,,gimana ga rusak tu acara? Nggak dunk..^_^
Apa lagi yg unik?

Continue reading ‘733 vs 785′

Pindahkan Ibu Kota RI ke Kalimantan Timur

•December 10, 2008 • 1 Comment

gadis kalimantan

gadis kalimantan


Pembangunan Indonesia yang terjadi saat ini tidak seimbang. Sekitar 80 persen industri terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang luasnya hanya 6,8 persen dari daratan Indonesia. Padahal, daya dukung lingkungan dan sumber daya air di Jawa sudah mencapai titik yang memprihatikan dan tidak layak memenuhi kebutuhan penduduknya yang mencapai 59 persen dari total populasi Indonesia.

Demikian juga dengan Jakarta, yang masih didera oleh berbagai masalah, seperti banjir, kemacetan, urbanisasi, serta tingkat kriminalitas yang tinggi. Biaya yang harus ditanggung akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp 43 triliun per tahun.

Maka dari itu, pengajar ekonomi politik di jurusan Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, kembali mengangkat wacana perlunya pemindahan ibu kota Indonesia ke wilayah Kalimantan Timur atau Kalimantan Tengah.

“Pemindahan ibu kota dapat turut menggerakkan tumbuhnya keseimbangan pembangunan antarwilayah dan mencegah semakin parahnya dampak kongesti pemakaian prasarana transportasi di Jawa,” ujar Andrinof dalam peluncuran Visi Indonesia 2033, Selasa (9/12) di Jakarta.

Menurutnya, Kalimantan memiliki posisi yang strategis di Indonesia karena tidak terlalu ke Barat maupun Timur. Andrinof melanjutkan, program-program pemercepatan pemerataan, seperti program transmigrasi, percepatan pembangunan daerah tertinggal, tidak efektif, serta hanya menimbulkan pemborosan anggaran sepanjang pemerintah hanya fokus melakukan pembangunan di pulau Jawa, yang hanya memberikan manfaat kepada segelintir pihak.

Ia menambahkan, berdasarkan perhitungannya, biaya memindahkan ibu kota dapat mencapai Rp 50 triliun. Pihak yang mengatakan bahwa angka tersebut terlalu tinggi, kata Andrinof, terlalu menyederhanakan masalah. “Biaya pembangunan tersebut memang tinggi, tetapi ini sekali lempar, sedangkan biaya kemacetan di Jakarta, Rp 43 triliun, harus ditanggung setiap tahun,” kata Andrinof.

Dengan biaya tersebut, pemerintah dapat melakukan efisiensi dan menggerakkan pertumbuhan moda transportasi udara dan laut nasional, memperkuat ekonomi, menghilangkan faktor penyebab struktural urbanisasi, dan migrasi penduduk ke Jawa.(kompas.com8/12/08)

Continue reading ‘Pindahkan Ibu Kota RI ke Kalimantan Timur’

Beruang Madu dari Borneo

•December 27, 2007 • 1 Comment

Tidak sedikit sudah sahabat yang bertanya “gimana neh balikpapan?” atau “ada sinyal gak disana?” bahkan ada juga yang menyangka kalau Penulis berangkat ke kantor naek perahu kayu. Penulis yakin masih banyak yang masih penasaran tentang tempat beliau mengabdi saat ini. Untuk sedikit mengobati keingintahuan Anda sekalian yang sudah kronis, Penulis menyempatkan diri memberikan deskripsi singkat mengenai Kota Beruang Madu dari Borneo itu.

Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 946 km² dan berpenduduk sebanyak 535.829 jiwa (20 April 2005). Motto kota Balikpapan yaitu “Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing” (bahasa Banjar) yang artinya adalah Apabila memulai suatu pekerjaan harus sampai selesai pelaksanaannya. Logo dari kota yang sering dijuluki “Kota Minyak” (Banua Patra) ini adalah Beruang Madu, binatang khas kota Balikpapan yang sekarang sudah mulai punah. Continue reading ‘Beruang Madu dari Borneo’